Posts

Showing posts from October, 2017

puisi Monyet Tua

Monyet Tua karya: Benny Kurniawan Lihatlah betapa hebatnya anak itu Muda belia dan berkarisma Berdiri gagah didepan sana Menyoraki onggokan monyet tua Ia berdiri dengan tangan disakunya Menyapu puluhan monyet dengan tatapannya Menghajar para monyet hanya dengan teriakannya Betapa hebatnya, betapa kuatnya siapa yang tak mau sepertinya

Puisi romantis Pelangiku

Pelangiku karya : Benny Kurniawan Apakah kau tahu Apa yang terindah di dunia ini Ya..... pelangi adalah salah satunya Ia adalah hal terindah yang pernah diciptakan yang Maha Kuasa Pendarannya yang menawan bagaikan senja dalam kegelapan Yang membuat hati ini terombang-ambing akan surganya Apakah kau tahu dialah yang terindah Ia menghembuskan kelembutan dengan buaian kehangatan Menepa jiwa kosong ini dengan terpaan tawa tiada tara                             Menusuk sukma ini dengan canda dan tawanya Ya Tuhanku...apa yang harus kukatakan Kata terindahpun tak bisa menyampaikan keindahannya Kata tercantikpun tak bisa menyampaikan kecantikannya Kata terbahagiapun tak bisa menyampaikan bahagianya diri ini Ya Tuhanku, terima kasih telah menciptakannya untuk jiwa malang ini Terima kasi telah menghadirkannya untuk punuk kes...

puisi romantis Bidadariku

Bidadariku karya : Benny Kurniawan Bidadar i ku..... Kau adalah pelita hatiku Yang memberi warna hari-hariku Kau datang dengan gagahnya Memberi tumpangan nafas ini Siang dan malam aku memikirkanmu Menanti kehadiran pujaan hatiku Tak pernah lelah kaki ini Untuk selalu menggapai dirimu Ku ingin kau tahu Diri ini ingin menggenggam tanganmu Ingin mendekap tubuhmu Ingin mencium keningmu Satu hal yang selalu ingin kukatakan kepadamu Apakah kau mau menjadi bidadariku  

puisi Satu Permintaan

Satu Permintaan karya: Benny Kurniawan Detik-detik terakhir hidup ini Tak banyak waktu yang tersisa Hanya sebentar lagi Rasanya sudah tak sanggup lagi           Oh tuhan... satu hal yang ku pinta Aku ingin bertemu dirinya Apakah berat Apakah permintaanku terlalu berat Oh tuhan Apakah salah jika diri ini mencintainya Apaka salah jika menginginkannya Oh tuhan... hamba mohon hadirkan dia untuk terakhir kalinya

PUISI "Replika Kehidupan"

       Replika kehidupan   karya: Nadya Afra Novita Ketika pohon terlihat berdiri tegap Memicu sejuta harap Akan jatuh saat tertidur lelap Tak dapat bangkit dimalam gelap             Ada pula pohon penuh derita            Berjalan ditengah dusta            Yang merubah segala yang ada           Menjadi apa yang ia pinta Saat pohon ditawarkan Sejuta rasa keindahan Ia tetap pada impian Yang selalu menjadi pedoman              Sebuah pohon pikir duniawi              Menjadi tujuan yang haqiqi              Akan hilang tanpa kendali         ...