Posts

Showing posts from September, 2018

Puisi "Semenjak Itu"

Semenjak Itu oleh Benny Kurniawan  Aku ingin bercerita sesuatu. Kemarin aku bertemu seorang wanita, wanita cantik nan begitu rupawan, begitu cantiknya hingga ku tak berhenti menatapnya. Matanya yang bulat bagaikan rembulan, hidungnya yang mungil bagaikan pepohonan, bibirnya yang lembut bagaikan gumpalan awan, senyumnya yang indah bagaikan samudra di senja itu. Dia begitu cantik nan rupawan membuat ku terdiam tak bernyawa, tak tau apa yang harus kusampaikan mataku telah tersihir keindahannya. Aku bersyukur bertemu wanita seperti dia, wanita terindah ciptaan Yang Maha Kuasa. Terima kasihTuhan Engkau telah menghadirkannya. Terima kasih Tuhan Engkau telah mempertemukanku dengan dia. Apakah kau tau siapa dia? Bukan, dia adalah kamu!

Puisi "Resah Ingin Ketemu"

Resah Ingin Ketemu oleh Benny Kurniawan  Di gelapnya malam di terangnya siang Aku selalu terdiam terbelenggu rindu Tak ada waktu tanpa memikirkan kamu Kekasih diri pengisi hati ini Dalam diam kuberpijak Dalam lautan emosi ku bergejolak Menatap, mengenang, membayangkan, memikirkanmu setiap waktu Setiap saat tak ada tanpa dirimu Maafkan aku tak lagi menunggu Maafkan aku tak lagi mengkhayalkanmu Maafkan aku inginkan dirimu Diri ini resah ingin ketemu

Puisi "Remaja"

Remaja oleh Benny Kurniawan   Ini bajuku.... baju putih indahku Menyimpan jutaaan warna di setiap helainya Menyimpan jutaan cerita dibalik indahnya Menyimpan jutaan tawa, duka, dan bahagia Baju ini.... baju tua usangku Menemani hariku, menghangatkan tubuhku Tempat kutorehkan impian-impian kecil gilaku Tempat kuberharap mencapai impian bodohku Disitulah kukenal yang namanya masa remaja Bertemu guru, teman, dan keluarga Bertemu sekumpulan peri bodoh Pencari impian kecil indah lainnya Tak peduli dengan apa yang terjadi Tak gentar dengan rasa sakit dan perih yang dialami Tak akan tunduk akan kata 

Puisi "Ahli Dongeng"

Ahli Dongeng oleh Benny Kurniawan   Itu tubuh kering nan malang Tak bernyawa hanya rongsokan barang Tak tau aturan tak kenal kehidupan Hanya mengaum tanpa tindakan Siang meronta-ronta di sepanjang jalan Bahan cemoohan pelalu lalang Itulah orang tak tau makna dan aturan Si pendongeng siang malam