Puisi "Semenjak Itu"
Semenjak Itu
oleh Benny Kurniawan
Aku ingin bercerita sesuatu.
Kemarin aku bertemu seorang wanita, wanita cantik nan begitu rupawan, begitu cantiknya hingga ku tak berhenti menatapnya.
Matanya yang bulat bagaikan rembulan, hidungnya yang mungil bagaikan pepohonan, bibirnya yang lembut bagaikan gumpalan awan, senyumnya yang indah bagaikan samudra di senja itu.
Dia begitu cantik nan rupawan membuat ku terdiam tak bernyawa, tak tau apa yang harus kusampaikan mataku telah tersihir keindahannya.
Aku bersyukur bertemu wanita seperti dia, wanita terindah ciptaan Yang Maha Kuasa. Terima kasihTuhan Engkau telah menghadirkannya.
Terima kasih Tuhan Engkau telah mempertemukanku dengan dia.
Apakah kau tau siapa dia?
Bukan, dia adalah kamu!
oleh Benny Kurniawan
Aku ingin bercerita sesuatu.
Kemarin aku bertemu seorang wanita, wanita cantik nan begitu rupawan, begitu cantiknya hingga ku tak berhenti menatapnya.
Matanya yang bulat bagaikan rembulan, hidungnya yang mungil bagaikan pepohonan, bibirnya yang lembut bagaikan gumpalan awan, senyumnya yang indah bagaikan samudra di senja itu.
Dia begitu cantik nan rupawan membuat ku terdiam tak bernyawa, tak tau apa yang harus kusampaikan mataku telah tersihir keindahannya.
Aku bersyukur bertemu wanita seperti dia, wanita terindah ciptaan Yang Maha Kuasa. Terima kasihTuhan Engkau telah menghadirkannya.
Terima kasih Tuhan Engkau telah mempertemukanku dengan dia.
Apakah kau tau siapa dia?
Bukan, dia adalah kamu!
Comments
Post a Comment