cerpen keinginanku untuk semuanya
KEINGINANKU UNTUK SEMUANYA
karya: Benny Kurniawan
Fatan adalah
anak dari bapak Soni dan Ibu desi. Kesehariannya ia habiskan untuk belajar dan
membantu kedua orang tuanya. Fatan
memang tak bersekolah karena kedua orang tuanya tak memiliki biaya untuk
membiayai anaknya untuk bersekolah. Fatan adalah anak yang rajin dan senantiasa
menolong kedua orang tuanya bekerja mengumpulkan barang-barang bekas walaupun
ia masih seorang bocah berusia 11 tahun.
Suatu hari
ketika mengumpulkan barang-barang bekas di dekat sekolahan, dari jendela dekat
pagar belakang sekolah Fatan mendengar banyak anak-anak yang ribut karena suara
jawaban dari pertanyaan guru yang diberikan. Fatan tertawa melihat mereka dan
memperhatikan tulisan yang dibuat oleh guru dan anak-anak yang berada dalam
kelas tersebut. Sesampai dirumah sehabis dari mengumpulkan barang-barang bekas
Fatan mengorek dan mencari kertasdari tumpukan barang-barang bekas yang ia kumpulkan siang tadi. Sejak itulah
fatan selalu mencari kertas bekas untuk digunakan sebagai bahan bacaan dan belajar
dirumah. Setiap malam ia habiskan untuk membaca dan mempelajari kertas-kertas
yang ia kumpulkan dari bermacam kertas dan hal yang ada didalamnya.
lima tahun telah
berlalu sejak kejadian itu, sekarang Fatan berusia 16 tahun. Saat umur
seginilah Fatan memulai cita-citanya yang diinginkannya yaitu menjadi seorang
tokoh revolusioner pendidikan, ya walaupu ia tak bersekolah dan hanya bermodal
ilmu dan informasi yang ia dapatkan dari bahan bacaan kertas bekas yang telah
dibacanya selama ini. Ia meminta izin kepada orang tuanya untuk mewujudkan cita-cita
tersebut, walaupun dengan berat hati kedua orang tuanya melepaskan anak
satu-satunya itu untuk mencapai cita-citanya. Cita-cita itu muncul karena pendapatnya terhadap buku
yang ia baca bahwa setiap orang membutuhkan pendidikan untuk negeri ini, hal
itu ia mulai dengan mendirikan sebuah sekolah kecil untuk anak-anak yang kurang
mampu, walaupun bangunannya berlantai kayu dan berdinding kardus. Dari sanalah
Fatan mulai mendirikan sekolah demi sekolah dari uang hasil tabungannya
mengumpulkan barang-barang bekas selama lima tahun belakangan ini.
Enam bulan setelah
pendirian sekolah miliknya, Fatan berencana untuk meningkatkan sekolahnya
menjadi lebih baik, yang dimulai dengan
memperbaiki bangunan dan fasilitas yang ada di sekolah miliknya tersebut.
Karena itulah ia mencari dana bantuan ke warga sekitar dan perkumpulan buruh di
berbagai daerah dinegaranya. Satu bulan berlalu dan Fatan sudah saatnya kembali
ke sekolahnya. Dari dana yang dikumpulkannya itu ia memperbaiki sekolahnya dan
memperluas kawasan sekolahnya hingga mencapai
delapan ruangan dan menambah jumlah pengajar dari kalangan
teman-temannya dan orang-orang yang ingin memberikan ilmunya. Walau demikian Fatan
sering mendapat cemoohan dan tawaan dari banyak kalangan bahkan ia pernah
ditangkap oleh pihak kepolisian karena atas tuduhan kasus pungli dan kasus
lainnya, namun tak berhenti disitu dan
semenjak itulah Fatan mengumpulkan dana dari para buruh dan orang-orang yang
ingin membantunya.
Suatu ketika
saat Fatan tengah asik membaca sebuah buku filosofi pendidika ia didatangi oleh
seorang wartawan lokal yang ingin mewawancarainya karena ingin mengangkat
pengalaman hidupnya kesebuah acara stasiun televisi. Sejak kejadian itu Fatan
semakin dikenal oleh orang-orang di negaranya ditambah lagi sekarang Fatan
didampingi oleh empat orang sahabat yang dijumpainya sewaktu mencari dana untuk
sekolahnya. Empat orang itu adalah wartawan yang mengangkat ceritanya tadi
bernama Ali, seorang penulis bernama Husein, seorang sejarawan dan budayawan
bernama Junain, dan seorang ahli IT bernama Pinur. Semenjak itulah kekuatan Fatan
menjadi semakin kuat walaupun mereka baru berumur delapan belas tahunan.
Hari demi hari
mereka lalui dengan menjalani profesi masing-masing. Sekali dalam sebulan
mereka berkumpul bersama untuk membahas kelanjutan sekolah mereka, dan alhasil
tiga bulan setelah kejadian itu Sekolah Fatan menjadi yayasan yang memiliki
kurikulum sendiri dan sudah punya tingkatan sekolah setingkat SMA. Memang
semenjak bergabungnya keempat orang tadi Sekolah Fatan menjadi lebih terkenal
dikalangan masyarakat dan bahkan mereka juga sudah memiliki siswa dari kalangan
kelas menengah keatas. Usaha peningkatan mutu sekolah fatan dilakukan dari
berbagai media mulai dari buku-buku, elektronik, dan media sosial, bahkan
melalui interaksi dengan lembaga sekolah lain dan perguruan yang ada
dinegaranya dan negara tetangga.
Suatu malam
dikediaman baru Fatan, ia ditelepon oleh Pinur. Fatan sangat terkejut bahwa
banyak sekolah dan perguruan luar negeri yang meminati lulusan yayasannya.
Semua tak terlepas dari peran teman-temannya yang sudah mengumpulkan informasi
dan merangkainya lalu dikirim ke lembaga-lembaga pendidikan dalam dan luar
negeri. Dan bahkan Fatan dan teman-temannya juga diundang untuk menghadiri
sebuah perjamuan diluar negeri. Dan disanalah ia mendapat penghargaan dunia
internasional karena usaha yang ia lakukan selama ini dan hingga sekarang. Dan
semenjak saat itulah fatan dan teman-temannya sering menghadiri kongres
pendidikan di dunia internasional.
Sekarang nama Fatan
sudah dikenal di dunia internasional dan banyak melakukan perubahan pada
pendidikan dinegaranya dan seluruh dunia, tanpa disadari fatan telah menjadi
sosok yang sangat dikenal di dunia pendidikan. Berangkat dari keluarga yang
kurang mampu dan berlatar belakang non pendidikan. Dan hanya bermodalkan ilmu
yang diperoleh dari potongan kertas-kertas bekas dan semangat yang tumbuh dari
mengintip kaca jendela bangunan sekolah. Sekarang ia dan teman-temannya sudah
menjadi sosok yang sangat terkenal di dunia pendidikan. Bahkan fatan berhasil
melenyapkan cemoohan dan tawaan orang-orang yang mencoba mengalahkannya dan
mengubahnya menjadi sorakan dan tepukan kemenangan untuk sang pencerah
pendidikan.
Pendidikan adalah wadah bagi negara untuk
perkembangan dan pembangunan yang berkelanjutan. Pendidikan yang akan
menjadikan negara seperti bubur, namun pendidikan pula yang akan akan mencerna
bubur tersebut hingga bermanfaat untuk untuk si manusia.
Struktur cerpen
diatas adalah
1.
Abstraksi, yang
terdapat pada paragraf pertama.
2.
Orientasi, yang
terdapat pada paragraf kedua.
3.
Komplikasi, yang
terdapat pada paragraf ketiga.
4.
Evaluasi, yang terdapat
pada paragraf ketiga.
5.
Resolusi, yang terdapat
pada peragraf keempat, peragraf kelima, paragraf keenam, dan paragraf ketujuh.
6.
Koda, yang terdapat
pada paragraf kedelapan.
Comments
Post a Comment