Adiwiyata Sekolah

Adiwiyata Sekolah
karya: Benny Kurniawan

THE GREEN CAMPUS itulah nama yang melekat ketika  menyebut nama sekolah itu, sekolah yang terletak ditepi angin sepoi nan indah dan kebisingan kota,  SMA N 2 PADANG itulah nama sekolah tersebut. Seperti halnya dengan gelarnya sekolah itu memang terlihat serba hijau, eits bukan bangunan atau penghuninya yang hijau. Namun, kehidupan disana layaknya filosofi warna hijau “kehidupan dan keindahan”. Saya sebagai salah satu siswa disekolah tersebut merasa sangat bangga dan bahagia dengan sekolah kami, apapun yang terjadi kami selalu tersenyum ketika mengingat nama sekolah kami tersebut. Mungkin ini hanya sedikit hal tentang SMA N 2 PADANG, ini adalah sebuah kejadian ketika musim penilaian sekolah adiwiyata.
Berawal dari perkumpulan anak-anak remaja di sebuah warung dekat sekolah lama mereka. Mereka bercerita tentang kehidupan di sekolah baru mereka masing-masing, sedangkan aku hanya menjadi pendengar yang budiman ketika mereka bercerita tentang bagaimana  proses belajar-mengajar , betapa bagusnya bangunan sekolah mereka, betapa pintarnya murid-murid disana, dan betapa bersih dan sehatnya lingkungan sekolah mereka. Mereka adalah tiga orang sahabat yang selalu berkumpul dan bermain bersama. Mereka awalnya satu sekolahan ketika masih duduk dibangku smp dan sempat  berada di ruangan yang sama, sejak itulah mereka bersahabat dari dulu hingga sekarang.
“ Oh ya isankaler, bagaimana dengan sekolahmu apa menyenangkan” tanya seorang sahabat.
“ Hmm, sekolahku terlihat seperti biasanya dan siswanya makin ramah saja” ujar Ismankaler.
“ kenapa kamu nggak sekolah ketempatkami saja, lebih bagus dan canggih lagian kamu juga pintar” sambung teman yang satu lagi.
Isankaler hanya tersenyum mendengar ucapan dari teman-teman yang begitu heran kepadaku, karena lebih memilih sekolah di SMA N 2 PADANG. Keesokan harinya mereka kembali berkumpul ditempat yang sama. Namun, kali ini topik yang mereka bahas berbeda dari hari sebelumnya. Cerita tersebut Dimulai dari apen, ya dia  selalu membuka pembicaraan tiap kali berkumpul. Celotehanpun telah diumbar dan membabi buta menyerunduk semuanya.
“  Hei kalian tahu nggak sekolah aku sangat bersih dan hijau serta kami masuk dalam nominasi sekolah adimiyata nasional” kata si apen. “ sekolahku bakalan lulus, aku jamin soalnya itu sekolah yang terbaik di kota ini” sambungnya.
Lagi-lagi kali ini Isankaler hanya duduk diam dan kembali menjadi pendengar yang budiman. Temannya tak tahu bahwa sekolah kami juga masuk nominasi. Apen terus sibuk menceloteh tanpa henti dan tak memberikan kesempatan kepada yang lain untuk bercerita tentang sekolahnya masing-masing.
“ Oh ya Isankaler aku kesekolahmu besok lo, buat mewakilin sekolah aku untuk melihat program literasi sekolah” tutup Apen.
Keesokan harinya apen pergi kesekolah isankaler, sesampai disana apen memerhatikan sekeliling dengan cermat dan mulai berpikir dalam hati bahwa sekolah isankaler biasa-biasa saja, toh sama seperti sekolah-sekolah yang lainnya. Selama mengelilingi SMA N 2 PADANG apen selalu disapa oleh siswa-siswa disana, dan mereka terlihat begitu ramah, sopan, santun, dan bersahabat semenjak pertama kali bertatap muka. Eits bukan senyum-senyum sendiri, meleinkan snyum karena bertatap muka. Bukan hanya itu selain tidak ada sampah yang berserakan dan dan akhlak yang sangat baik dari siswa-siswanya, anak-anaknya terlihat begitu mandiri mulai dari membuang sampah, membersihkan lingkunga, belajar dengan menggunakan alat-alat  dari alam,membuat yang namanya bio pori, bank sampah, sampai-sampai mereka membuat para guru kewalahan karena pengetahuan dan ide-ide kreativ mereka. wom dan masih banyak lagi yang mereka lakukan, memang luar biasa murid-murid disana, dan mereka juga punya senjata andalan mereka dalam mengembangkan pengetahuan yaitu program literasi sekolah untuk meningkatkan minat membaca bagi para murid disana, dan sudah terlihat mulai dari kelas, pojok-pojok bangunan sekolah dan berbagai tempat yang dijadikan tempat untuk meletakkan buku-buku yang berbeda.
Teman-teman Isankaler benar-benar terkejut denga apa yang mereka lihat dan saksikan. Sungguh, hal yang sangat jarang dilihat dari sekolah-sekolah biasanya. Dimana terdapat lusinan siswa yang sangat luar biasa. Apen terhentak dan merasa malu karena membanggakan sekolahnya di depan Isankaler. Apen pun mulai tahu bahwa sekolah adiwiyata bukanlah tentang sekolah mana yang lebih bagus besar dan canggihnya alat-alat belajar mereka, tapi sekolah adiwiyata adalah sekolah yang baik, bagus, dan bermanfaat untuk memperoleh segala bentuk ilmu pengetahuan dengan tujuan agar siswa mandiri guna pembangunan yang berkelanjutan. Apen makin merasa malu menunduk lesu, karena mereka hanya menerima ilmu pengetahuan dari guru dan situs internet bukan menemukan, mencari dan memahami ilmu tersebut.

-banyak orang pintar di luar sana, namun sangat susah menemukan orang berakhlak-( Ardi Mustafa)


Comments

Popular posts from this blog

pantun tema bahasa

REVOLUSI HIJAU

cerpen "SUARA KECIL PENERUS BANGSA"