pidato pengaruh sinetron

pidato pengaruh sinetron
karya: Benny Kurniawan

Assalamualaikum wr wb,                 
          Marilah kita ucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat  dan karunia-Nya kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul disekolah yang kita cintai ini. Ibu Jasmi  yang saya hormati dan   teman-teman yang seperjuangan dengan saya.
Dalam rangka pidato kali ini, saya akan membahas mengenai pengaruh sinetron bagi masyarakat. Terutama bagi  pelajar dan kaum muda yang masih sangat rentan di usianya sekarang. Pada zaman modern ini adalah saat dimana setiap orang bebas untuk melakukan segala hal dengan kreativitasnya masing masing, bahkan tidak sedikit yang melenceng dari ketentuan norma dan asusila di masyarakat. Salah satu sumber utama yang dapat merusaknya adalah pengaruh dari media seperti televisi dan sinetron di dalamnya.
Sinetron merupakan serial film yang ditayangkan di televisi dan seringkali kita tonton di rumah bersama dengan keluarga. Namun perlu kita sadari bahwa sinetron memiliki dampak positif dan negatif dalam hidup kita. Bisa menjadi positif jika kita menjadikan sinetron sebagai bahan untuk belajar dari hal yang salah agar melakukan hal yang benar dan baik, bisa menjadi negatif apabila penontonnya menjadikan hal negatif tersebut sebagai sesuatu yang ditiru dan menjadi pergaulan bebas. Kita tahu bahwa informasi saat ini berkembang sangat dinamis dan bergerak cepat, kita dapat mengakses informasi di belahan dunia lain dalam waktu satu detik, hal ini merupakan hal yang sangat fantastis jika dibandingkan dengan zaman dahulu sebelum teknologi berkembang pesat. Dampak buruk perkembangan informasi dapat dilihat dari adanya sinetron dan membuat perilaku anak muda yang tidak terkontrol.
Sinetron adalah hiburan, tapi harus diselaraskan apakah itu hiburan yang mendidik atau tidak. Hiburan yang mendidik akan menjadikan orang yang melihatnya menjadikan pelajaran baik. Namun, hiburan yang tidak mendidik bisa membuat orang yang menontonnya justru terjerumus dalam hal-hal buruk. Bagi pelajar menonton TV adalah rutinitas yang tidak bisa dihilangkan, apalagi pada saat berkumpul bersama keluarga. Sinetron menjadi salah satu tontonan yang disukai masyarakat Indonesia. Terutama ibu-ibu rumah tangga dan seluruh keluarga saat bersantai di sore atau malam hari.
Para pelajar dapat menjadi salah satu obyek yang paling terlihat jelas dari dampak sinetron di televisi. Bagi pelajar TK dan SD membuat mereka secara perilaku akan mengikuti pergaulan bebas. Menggunakan pakaian menyerupai artis di sinetron,  menggunakan make up yang berlebihan bahkan ingin mencoba segala hal yang dilihatnya dari televisi. Begitu juga dengan pelajar SMP dan SMA, mereka cenderung akan menjadi pribadi yang lentur dan mengikuti perkembangan tanpa memiliki empati sosial.
Pelajar yang terlalu sering menonton televisi cenderung akan malas belajar dan akan mencoba segala hal yang dilihatnya.  Jika hal ini terus dibiarkan akan menjadikan generasi penerus bangsa yang tidak baik, tidak terdidik dan kurang memiliki rasa sosial dan kepemimpinan. Sinetron bisa berdampak lebih pada perilaku, psikologi dan pergaulan sosial anak serta kemampuan mereka belajar. Pelajar yang terlalu sering berada di depan layar dengan penampakan visual sinetron menjadi lebih malas jika dihadapkan dengan tulisan. Bahkan, mereka akan cenderung kurang membaca dan sebagainya.
Untuk mencegah dan mengatasi pengaruh sinetron terhadap anak muda inilah perlu dilakukan antisipasi melalui keluarga maupun pihak terkait yang lebih berwenang. Menjadikan sebagai ajang belajar yang lebih baik dan memberikan contoh perilaku sosial yang lebih baik. Bisa dilakukan dengan cara mengatur jam atau waktu menonton televisi atau mencari kegiatan aktif lainnya yang lebih baik.
Demikian pidato yang saya sampaikan, semoga bisa memberikan pencerahan dan inspirasi bagi kita semua.  Jika ada yang kurang atau  salah, saya ucapkan mohon maaf sebesar-besarnya. Terimakasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb.






Comments

Popular posts from this blog

pantun tema bahasa

REVOLUSI HIJAU

cerpen "SUARA KECIL PENERUS BANGSA"